PERANAN ZAINAB DALAM PERJUANGAN ISLAM (2)

gallery3_05.jpg Setelah Imam Husain  syahid, Zainab berada dalam kaadan yang sangat sulit, baik dari segi jasmani ataupun ruhani. Dibalik semua itu beliaupun mempunyai tiga tugas penting yang harus beliau lakukan. 1. Menjaga Imam Sajad (as)  dari tangan-tangan musuh.  2. Membela para wanita dan anak-anak ahlul bait.  3. Menyampaikan amanat tentang syahidnya Imam Huasain pada orang-orang islam. 

Zainab Merawat Imam Sajad (as)

       Menurut kepercayaan orang syiah bahwa setelah  Rasulallah (saw) wafat, pemimpin umat Islam telah di tentukan Allah (swt) yaitu Imam Ali (as). Setelah Imam Ali (as)  pemimpin selanjutnya adalah Imam Hasan kemudian Imam Husain dan seterusnya sampai Imam yang kedua belas yaitu Imam Mahadi (as). Dan setelah syahidnya Imam Husain yang menjadi pemimpin orang islam adalah anak beliau yaitu Imam Sajjad (as) yang  mana  pada saat peristuwa karbala beliau sakit parah sehingga beliau terselamat dari pembunuhan yang dilakukan  orang-orang pengikut Yazid. Dan yang menjadi kekuatan Imam Sajjad (as) untuk bertahan hidup adalah  beliau mempunyai kewajiban untuk membela Imam Husain (as) dan menyampaikan risalah setelah Imam Husain( as) syahid.

Pidato Zainab Di Saat Memasuki Kota Kufah

       Setelah  Zainab (sa) dan rombongannya diarak oleh pasukan Yazid mereka memasuki kota kufah, penduduk kufuh larut dalam ratapan dan tangisan. Imam sajjad (as) berkata:”Kalau kalian menangis dan meratapi kami, lalu siapa yang telah membantai kami?”.Basyir bin khuzaim berkata: Aku melihat Zainab binti Ali saat itu.Tak pernah kusaksikan seorang tawanan yang lebih piawai darinya dalam berbicara. Seakan kata-katanya keluar dari mulut Imam Ali (as). Zainab memberi isyarat agar semua diam.

       Suasana mulai hening dan beliaupun mulai berbicara:”Segala puji bagi Allah, selawat dan salam bagi kakekku Rasulallah (saw) dan keluarganya yang suci dan mulia. Amma ba’du. Wahai penduduk Kufah! Wahai para pendusta dan licik. Untuk apa kalian menangis?Air mata ini tak akan berhenti mengalir. Tangisan tak akan berhenti sampai disini. Kalian ibarat wanita yang mengurai benang yang sudah dipintalnya dengan kuat hingga bercerai-berai kembali. Sumpah dan janji setia kalian hanyalah sebuah maker dan tipu daya.Ketahuilah, wahai penduduk Kufah! Yang kalian miliki hanya omong kosong, cela dan kebencian. Kalian hanya tampak perkasa di depan wanita tapi lemah di hadapan lawan. Kalian lebih mirip dengan rumput yang tumbuh di selokan yang berbau busuk atau perak yang terpendam. Alangkah kejinya perbuatan kalian yang telah membuat Allah murka. Di neraka kelak kalian akan tinggal selama-lamanya.Untuk apa kini kalian menangis tersengguk-sengguk? Ya, demi Allah, banyaklah menangis dan sedikitlah tertawa, sebab kalian telah mencoreng diri kalian sendiri dengan aib dan cela yang tidak dapat dihapuskan selamaya. Bagaimana mungkin kalian dapat menghapuskannya, sedangkan orang yang kalian bunuh adalah cucu penghulu para nabi, tambang risalah penghulu pemuda surga, tempat bergantungnya orang-orang baik, pengayom mereka yang  tertimpa musibah, menara hujjah dan pusat sunnah bagi kalian.Ketehuilah, bahwa dosa kalian adalah dosa yang sangat besar. Terkutuklah kalian! Semua usaha jadi sia-sia. Tangan-tangan jadi celaka, dan jual beli membawa kerugian. Murka Allah telah Dia turunksn atas kalian. Kini hanya kehinaanlah yang selalu menyertai kalian.Celakalah kalian wahai penduduk Kufah! Tahukah kalian, bahwa kalian telah melukai hati Rasulallah? Putri-putri beliau gelandangkan dan pertontonkan di depan khalayak ramai? Darah beliau telah kalian tumpahkan? Kehormatan beliau kalian injak-injak? Apa yang telah kalian lakukan adalah suatu kejahatan yang paling buruk dalam sejarah yang disaksikan oleh semua orang dan tidak akan pernah hilang dari ingatan.   Mengapa kalian mesti keheranan menyaksikan langit yang meneteskan darah? Sungguh Azab Allah diakherat nanti sangat pedih. Di sana kalian tidak akan tertolong. Jangan kalian anggap remeh waktu yang telah Allah ulurkan ini. Sebab masaitu pasti akan datang dan pembalasan Allah tidak akan meleset. Tuhan kalian menyaksikan semua yang kalian lakukan.      

       Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa, ketika orang-orang Kufah mendengar pidato Zainab mereka tertegun dan larut dalam tangisan. Tangan-tangan mereka ada di mulut mereka. Ada sorang laki-laki tua menangis hingga janggutnya basah dan dia berkata; ”Demi ayah dan ibuku, kalian adalah sebaik-baiknya manusia. Keturunan kalian adalah sebaik-baiknya keturunan.tak ada cela dan aib pada kalian.”Setelah pidato Zainab Kubro (sa) selesai, menyusullah pidato Fatimah Shugro, Ummu Kultsum, dan pidato Imam Ali Zainal Abidin (as)

Dialog Zainab Dengan Ibnu Ziyad

       Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa, ketika pidato Zainab dan yang lainnya usai, mereka berdialog dengan Ibnu Ziyad, yang saat itu dia  duduk diatas singgasana, di istananya yang megah. Sesuai dengan perintahnya, izin masuk keistana untuk menghadiri pertemuan yang ia adakan diberikan untuk umum., Kepala suci Imam Husein (as) dibawa kehadapannya bersama dengan para wanita keluarga Al-husain (a)s dan anak-anaknya.Zainab (as) duduk dengan wajah yang sulit dikenali. Ibnu Ziad bertanya: ”siapa dia?” terdengar jawaban “Dia Zainab putri Ali”. Ibnu Ziad berpaling padanya dan berkata,”Puji syukur aku panjatkan pada Allah yang telah mempermalukan kalian dan telah membuka kedok kebohongan kalian semuanya. ”Zainab menjawab: ”Yang sebenarnya dipermalukan Allah adalah kalian orang-orang Fasik dan yang mempunyai kebohongan adalah para pendusta, bukanlah kami.Ibnu Ziyad menyahut,” bagaimana pendapatmu tentang apa yang telah Allah lakukan terhadap saudara dan keluargamu?” Zainab menjawab”Aku tidak melihat ketentuan Allah kecuali indah,  Mereka adalah sekelompok orang yang telah ditakdirkan oleh Allah untuk mati terbunuh. Merekapun bergegas menuju kematian itu. Allah kelak akan mempertemukanmu dengan mereka. Kelak kau akan dihujani pertanyaan dan  akan disudutkan .Lihatlah siapa yang menang dihari itu! Semoga ibumu memakimu ,hai anak marjanah!”

       Ketika Ibnu Ziyad mendengar jawaban Zainab, dia  marah dan berkata “Allah telah menyembuhkan luka hatiku dari Al-Husain sang durjana, juga para pendosa dan pembangkang dari keluargamu.” Zainab menjawab:  “Sungguh kau telah membunuh pemimpinku, memotong rantingku dan mencabut pohonku. Jika kesembuhanmu adalah hal itu maka engkau telah sembuh”.

       Setelah dialog Zainab dan Ibnu Ziyad selesai, Ibnu Ziad menyuruh orang untuk membunuh Imam Ali bin Husain, saat itu Zainab berkata”Hai Ibnu Ziyad! Kau tak mau menyisakan seorangpun untuk kami? Jika kau ingin membunuhnya bunuh aku sekalian!”

       Ibnu Ziyad memerintahkan para pengawalnya untuk memindahkan Ali bin Husain dan tawanan yang lainya ke suatu tempat di sebelah masjid di kota raya. Dan setelah itu Ubaidillah bin Ziyad memerintahkan agar kepala suci imam Husain diarak keliling kelorong-lorong kota Kufah.  

Dialog Zainab Pada Yazid

        Atas suruhan Yazid, Ibnu Ziyad memerintahkan pasukannya untuk mengarak para tawanan yaitu keluarga nabi  menuju Syam. Dan ketika para tawanan yang dengan keadaan mengenaskan itu sampai dihadapan Yazid, Ali bin Husain berkata pada Yazid: ”Hai Yazid kuingatkan kau pada Allah, menurutmu apa yang akan terjadi bila Rasulallah melihat kami dalam keadaan yang separti ini ?”  Tanpa menjawab, Yazid memerintahkan pengawalnya untuk membuka belenggu yang mengikat para tawanan., Kemudian kepala suci  Husain diletakan dihadapannya, dan ketika Zainab melihat kepala suci imam Huain as beliau berkata “Oh Husain kakasih Rasulallah! Oh putra  Mekah dan Mina!  Oh putra Fatimah Zahra wanita suritauladan penghulu para wanita! Oh putra Mustafa! “.

     Ketika para hadirin mendengar perkataan Zainab, mereka menangis tersedu-sedu. Dan setelah itu Zainab berpidato dihadapan Yazid,yang mana isi pidato itu adalah membongkar kejahatan yang telah dilakukan oleh Yazid  dan mengatakan pada yazid bahwa “Akhir cerita dari orang-orang yang melakukan kejahatan adalah azab yang sangat buruk, karena mereka mendustakan dan mempermainkan ayat-ayat Allah” seperti yang telah dicantumkan dalam surah Ar-Rum ayat 10 dan juga surah Ali’Imran ayat 178 yang artinya” Dan jangan sekali-kali orang-orang kafir mengira bahwa pemberian tangguh kami pada mereka adalah lebih baik buat mereka. Sesungguhnya kami memberi tangguh kepada mereka supaya dosa mereka bertambah. Dan bagi mereka azab yang menghinakan”.

       Selain itu Zainab menjelaskan bahwa orang-orang yang mati dijalan Allah bukanlah mati konyol tetapi mereka mati syahid, seperti yang disebutkan dalam surah Ali’Imran ayat 169 yang artinya “Dan janganlah kau kira mereka yang gugur di jalan Allah itu mati, mereka hidup di sisi Tuhan mereka dan mendapat rizqi”.

       Pidato Zainab dihadapan Yazid membua Yazid marah, dan orang-orang islam sadar bahwa yang kebenaran dan kemenangan  itu ada di tangan Imam Husain as .Dan dari sinilah kita bisa mengetahui betapa besar perjuangan Zainab dalam mendampingi Imam Husain as dalam peristiwa karbala. Dan semoga Allah melaknat semua musuh-musuhNya. Amin. 

Oleh: Uma Zafazl.

Referensi rujukan: 

1.Al-Luhuf, karya Ibnu Thawuus    

2.Fasl Nomeh Hukumat-e Islami 

3.Manaqib Ahlulbait, karya Sayyid Jalil Najafi Yazdi.    

4.Omuzehoy-e tarbiayti-e Asyura, karya Muhammad Ali Reza-i 

About these ads

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: