<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ahlulbayt</title>
	<atom:link href="http://keluargaabi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keluargaabi.wordpress.com</link>
	<description>MENUJU KESEMPURNAAN</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Apr 2008 04:54:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='keluargaabi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/79f7b3d4ffdd69b8cc749c67a9251c9b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ahlulbayt</title>
		<link>http://keluargaabi.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Arti Sebuah Keimanan</title>
		<link>http://keluargaabi.wordpress.com/2008/04/21/arti-sebuah-keimanan/</link>
		<comments>http://keluargaabi.wordpress.com/2008/04/21/arti-sebuah-keimanan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 04:38:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keluargaabi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargaabi.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan itu menyambut kedatangan suaminya, mempersilahkannya duduk kemudian membasuh kedua kakinya, dan ia benar-benar menghormati suaminya. Namun walaupun penghormatan dan kasih sayang yang dilakukan oleh sang istri kepada suaminya sedemikian rupa  tetap saja sang suami membalasnya dengan prilaku yang kurang baik, ia masih saja memaki-maki istrinya dan menganggap segala sesuatu yang membuatnya lelah adalah karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=203&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"><a href="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2008/04/2114-241.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-204" src="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2008/04/2114-241.jpg?w=128&#038;h=86" alt="" width="128" height="86" /></a>Perempuan itu menyambut kedatangan suaminya, mempersilahkannya duduk kemudian membasuh kedua kakinya, dan ia benar-benar menghormati suaminya. Namun walaupun penghormatan dan kasih sayang yang dilakukan oleh sang istri kepada suaminya sedemikian rupa<span>  </span>tetap saja sang suami membalasnya dengan prilaku yang kurang baik, ia masih saja memaki-maki istrinya dan menganggap segala sesuatu yang membuatnya lelah adalah karena perlakuan yang timbul dari sang istri. <span> </span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"><span>______________________________</span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"><span><span id="more-203"></span></span></span></span></p>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"><span>Arti Sebuah Keimanan</span></span></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"></span>Seorang laki-laki yang bernama Asmu’i hidup di zaman kepemerintahan Makmun Abbasi dan kebetulan ia adalah seorang wazir (Menteri) dalam pemerintahan tersebut, menceritakan pengalamannya sebagai berikut:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Suatu hari, ketika aku pergi berburu, tiba-tiba aku tersesat di sebuah padang tandus tanpa air dan tumbuhan. Aku berjalan mencari tempat untuk menghilangkan dahaga yang sudah sangat mencekik leher. Aku melihat sebuah tenda di tengah-tengah padang yang tandus itu. Langsung aku menuju ke sana dan aku melihat seorang perempuan muda sedang duduk di depan denta itu. Kepadanya aku ucapkan salam dan darinya aku minta seteguk air. Air mukanya seketika berubah, kemudian ia berkata: “Di dalam tenda ada air, namun aku tidak mendapat izin untuk memberikannya padamu, tetapi aku mempunyai sedikit susu yang aku persiapkan untuk makan siangku, aku akan berikan padamu. Lalu ia berikan susu itu kepadaku. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Tak lama berselang dari kejauhan tampak bayangan hitam perlahan-lahan mendekati tenda. Ketika perempuan tadi mengetahui kedatangan bayangan tersebut, ia beranjak bangkit dan langsung mengangkat sebuah tempat air sambil menunggu kedatangan bayangan hitam itu. Aku melihat seorang kakek berkulit hitam dan agak sedikit pincang yang tidak lain itu adalah suami perempuan muda tadi, datang bersama seekor unta.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Perempuan itu menyambut kedatangan suaminya, mempersilahkannya duduk kemudian membasuh kedua kakinya, dan ia benar-benar menghormati suaminya. Namun walaupun penghormatan dan kasih sayang yang dilakukan oleh sang istri kepada suaminya sedemikian rupa<span>  </span>tetap saja sang suami membalasnya dengan prilaku yang kurang baik, ia masih saja memaki-maki istrinya dan menganggap segala sesuatu yang membuatnya lelah adalah karena perlakuan yang timbul dari sang istri. <span> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Setiap kali istrinya berbaik hati dan memperlakukannya dengan lemah lembut, sang suami membalasnya dengan kasar dan bersuara keras menyakiti hati. Pemandangan yang aneh dan tak sedap itu, membuat aku tidak tahan, bahkan aku rela dan siap berada di bawah panas teriknya matahari dari pada aku berada di bawah bayangan tenda dengan menyaksikan pemandangan tersebut. Aku keluar dari balik tenda tapi laki-laki itu (suami perempuan) sama sekali tidak menghiraukan aku, namun si istri dengan penuh hormat menghampiriku. Ketika aku lihat penghormatan yang dilakukan oleh perempuan itu kepadaku, aku berkata kepadanya: “Sayang sekali masa muda dan kecantikan yang engkau miliki harus engkau habiskan bersama laki-laki yang tak bermoral seperti itu, untuk apa engkau korbankan semua itu, apa yang engkau dapatkan darinya? Dia tidak muda dan tidak memiliki ketampanan juga tidak memiliki harta kekayaan yang dapat engkau manfaatkan. Lalu mengapa engkau memperlakukannya sedemikian rupa? Di hadapannya engkau hormati dia, tunduk dan mematuhi segala perintahnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Ketika perempuan itu mendengar kata-kata yang aku ucapkan, ia sangat terkejut dan wajahnya langsung berubah dan berkata: “Sangat disayangkan atasmu, walaupun engkau adalah seorang menteri pada pemerintahan islam, tapi dengan omong kosong yang engkau katakan tadi, seakan engkau ingin menghilangkan dan melenyapkan kasih sayang yang aku berikan pada suamiku dari dalam hatiku, mengapa engkau membolak-balikkan perkataan semacam itu, sehingga dengan perkataanmu tadi akan membuat orang berubah ( memberi ruang kesempatan<span>  </span>pada setan untuk masuk dalam pikiran manusia).?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Asmu’I berkata: Aku merasa heran dan takjub dengan perkataan yang disampaikan oleh si perempuan tadi, akhirnya aku terdiam dengan nasehat yang ia katakan bahwa: “ Aku pernah mendengar<span>  </span>sebuah riwayat yang disampaikan oleh Rasulullah saw dan aku ingin mengamalkan riwayat tersebut sehingga jika nanti aku meninggal dunia, aku meningal dalam keadaan sempurna imanku. Beliau pernah bersabda: </span></p>
<p style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:center;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:14pt;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">&#8221; ایمان نصف الشکر و نصف الصبر&#8221;</span></span><span style="color:black;"></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Keimanan adalah setengah dari rasa syukur dan setengah dari kesabaran</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Kemudian ia menambahkan: “Dunia dengan segala kebaikan dan keburukannya, dengan segala kepahitan dan manisnya,<span>  </span>akan terus berjalan. Namun yang penting dari itu semua adalah seorang manusia harus meninggalkan dunia ini dengan keimanan. Duania adalah jembatan yang menyambungkannya pada akherat, karena akherat adalah tempat yang kekal untuk berteduh. Di sini adalah tempat mati dan pergi tapi disana adalah tempat tinggal dan berteduh selama-lamanya.[] Uma Zafazl</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keluargaabi.wordpress.com/203/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keluargaabi.wordpress.com/203/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargaabi.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargaabi.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargaabi.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargaabi.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargaabi.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargaabi.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargaabi.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargaabi.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargaabi.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargaabi.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=203&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargaabi.wordpress.com/2008/04/21/arti-sebuah-keimanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98221c8ff5cc26fd87f23d0a290a3b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">keluargaabi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2008/04/2114-241.jpg?w=128" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Baitun Nuur</title>
		<link>http://keluargaabi.wordpress.com/2008/04/15/baitun-nuur/</link>
		<comments>http://keluargaabi.wordpress.com/2008/04/15/baitun-nuur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 18:08:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keluargaabi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargaabi.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[
Sayyidah Maksumah sa, selama 17 hari tinggal di rumah tersebut. Dan beliau selama menetap di sana selalu beibadah kepada Allah swt, walau sakit yang  beliau derita tampak membuatnya sulit untuk melakukannya, namun ia tetap beribadah tak henti-hentinya.

Baitun Nuur
Pada tahun 201 Hiriyah Qamariyah, Sayyidah Fathimah Maksumah sa, saudari Imam Ali Ridha as. Dan demi mendapatkan informasi tentang keadaan saudara termulianya itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=196&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2008/04/14-5.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-197" src="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2008/04/14-5.jpg?w=95&#038;h=96" alt="" width="95" height="96" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sayyidah Maksumah sa, selama 17 hari tinggal di rumah tersebut. Dan beliau selama menetap di sana selalu beibadah kepada Allah swt, walau sakit yang  beliau derita tampak membuatnya sulit untuk melakukannya, namun ia tetap beribadah tak henti-hentinya.</p>
<p><span id="more-196"></span></p>
<h1>Baitun Nuur</h1>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 201 Hiriyah Qamariyah, Sayyidah Fathimah Maksumah sa, saudari Imam Ali Ridha as. Dan demi mendapatkan informasi tentang keadaan saudara termulianya itu, beliau berangkat pergi meninggalkan kota Madinah menuju kota Khurasan. Namun di tengah perjalanan, yang ketika itu beliau bersama rombongan telah memasuki kota Saweh (baca: Soweh, salah satu kota di Iran), beliau jatuh sakit. Lalu kepada para rombongan beliau berkata: &#8220;Bawa dan antar aku ke kota Qom&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan seperti yang mereka ketahui bahwa kota Qom adalah tempat pusat  masyarakat syiah dan penduduknya pun mencintai keluarga suci ahlul bait. Ketika masyarakat kota Qom mendapat berita akan kedatangan Syaidah Maksumah sa, seorang yang bernama Musa bin Khazraj mendapat kehormatan untuk menjamu beliau dan orang-orang yang datang bersama beliau. Dia (Musa bin Khazraj) adalah seorang yang memiliki kekayaan lebih dan rumah yang besar. Dengan segala hormat ia menerima tugas tersebut. Segera ia pergi menemui para tamu untuk diajak ke rumahnya untuk ia jamu.</p>
<p style="text-align:justify;">Rumah Musa bin Khazraj terletak pada salah satu daerah perumahan lama kota Qom, tepatnya di: Bundaran (baca: Meidon) Mir, Jl. Chor Mardon, 45 Mtr Ammar Yasir, Gg. No. 1.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayyidah Maksumah sa, selama 17 hari tinggal di rumah tersebut. Dan beliau selama menetap di sana selalu beibadah kepada Allah swt, walau sakit yang beliau derita tampak membuatnya sulit untuk melakukannya, namun ia tetap beribadah tak henti-hentinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tempat beliau beribadah sampai saat ini masih seperti dulu ketika beliau datang, tak beubah sedikitpun. Dan sekarang tempat itu dikenal dengan sebutan &#8220;Baitun Nuur&#8221;. Di sekitar tempat itu, telah dibangun sebuah masjid dan sekolah madrasah. Dan sekarang menjadi tempat lalu-lalangnya orang-orang yang cinta terhadap beliau yang ingin beribadah dan berziarah disana.</p>
<p style="text-align:center;">Assalamualiki ya Fathimatal Maksumah, Ya Fathimah isfa&#8217;i lana fil jannah fa inna laki sya&#8217;nan minas sya&#8217;n .</p>
<p style="text-align:center;">Salamun aliki yauma wulidti wa yauma tubasu hayya, salamun alaiki warahmatullahi wabaraktuh</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keluargaabi.wordpress.com/196/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keluargaabi.wordpress.com/196/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargaabi.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargaabi.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargaabi.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargaabi.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargaabi.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargaabi.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargaabi.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargaabi.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargaabi.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargaabi.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=196&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargaabi.wordpress.com/2008/04/15/baitun-nuur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98221c8ff5cc26fd87f23d0a290a3b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">keluargaabi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2008/04/14-5.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jawaban Allah swt Terhadap Orang-orang yang Mengingkari Hari Kebangkitan</title>
		<link>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/11/27/jawaban-allah-swt-terhadap-orang-orang-yang-mengingkari-hari-kebangkitan/</link>
		<comments>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/11/27/jawaban-allah-swt-terhadap-orang-orang-yang-mengingkari-hari-kebangkitan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2007 06:44:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keluargaabi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargaabi.wordpress.com/2007/11/27/jawaban-allah-swt-terhadap-orang-orang-yang-mengingkari-hari-kebangkitan/</guid>
		<description><![CDATA[“Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: &#8220;Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang Telah hancur luluh?&#8221;“Katakanlah: &#8220;Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. dan dia Maha mengetahui tentang segala makhluk.”[1] 
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-
Jawaban Allah swt Terhadap Orang-orang yang Mengingkari Hari Kebangkitan 
Suatu hari salah seorang dari kaum Musyrikin bernama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=195&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><em><span style="font-family:Verdana;">“Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: &#8220;Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang Telah hancur luluh?&#8221;</span></em><em><span style="font-family:Verdana;">“Katakanlah: &#8220;Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. dan dia Maha mengetahui tentang segala makhluk.”<a name="_ftnref1" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftn1" title="_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">[1]</span></strong></span></span></span></a></span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></em><strong><span style="font-family:Verdana;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Verdana;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</span></strong></p>
<p align="center"><strong><span style="font-family:Verdana;"><span id="more-195"></span></span></strong><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;">Jawaban Allah swt Terhadap Orang-orang yang Mengingkari Hari Kebangkitan</span></span><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;"></span></span> </p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Suatu hari salah seorang dari kaum Musyrikin bernama Ubai bin Kholaf (Umayah bin Kholaf atau Ash bin Waiil) menemukan sepotong tulang yang sudah rapuh, kemudian ia berkata: “Dengan bukti dan dalil yang kuat ini, aku akan bangkit<span>  </span>menantang Muhammad saw dan akan aku membantah perkataan dan pembicaraannya tentang hari kebangkitan.” Potongan tulang itu ia bawa ke hadapan Muhammad saw (mudah-mudahan ia akan sedikit tenang dan jatuh tunduk ke bumi) dan berkata: “Siapa yang mampu mengembalikan tulang yang telah rapuh ini kembali segar seperti semula.?” </span><span style="font-family:Verdana;">Seketika sebuah ayat turun menjawab pertanyaan tersebut</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Verdana;"></span><em><span style="font-family:Verdana;">“Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: &#8220;Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang Telah hancur luluh?&#8221;</span></em><em><span style="font-family:Verdana;">“Katakanlah: &#8220;Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. dan dia Maha mengetahui tentang segala makhluk.”<a name="_ftnref2" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftn2" title="_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">[2]</span></strong></span></span></span></a></span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></em><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"></span><strong><span style="font-family:Verdana;">Inilah jawaban yang sangat tepat bagi orang-orang yang mengingkari dan meragukan terhadap hari kebangkitan []</span></strong></p>
<hr SIZE="1" width="33%" align="left" />
<p style="margin:0;" class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref1" title="_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[1]</span></span></span></span></a><font size="2" face="Times New Roman"> Surah Yasin, ayat 78-79</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref2" title="_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[2]</span></span></span></span></a><font size="2" face="Times New Roman"> Surah Yasin, ayat 78-79</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keluargaabi.wordpress.com/195/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keluargaabi.wordpress.com/195/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargaabi.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargaabi.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargaabi.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargaabi.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargaabi.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargaabi.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargaabi.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargaabi.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargaabi.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargaabi.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=195&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/11/27/jawaban-allah-swt-terhadap-orang-orang-yang-mengingkari-hari-kebangkitan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98221c8ff5cc26fd87f23d0a290a3b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">keluargaabi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Sayyidah Fatimah Maksumah sa</title>
		<link>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/11/25/mengenal-sayyidah-fatimah-maksumah-sa/</link>
		<comments>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/11/25/mengenal-sayyidah-fatimah-maksumah-sa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2007 03:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keluargaabi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargaabi.wordpress.com/2007/11/25/mengenal-sayyidah-fatimah-maksumah-sa/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Imam Shadiq as sudah sekian tahun yang lalu memberitahukan tentang kelahiran Sayyidah Maksumah, dan bersabda: “Akan meninggal dan dikuburkan seorang perempuan dari salah satu anak keturunanku yang namanya adalah Fathimah putri Musa (alkazim as), seorang perempuan yang dengan syafaatnya pada hari qiamat, seluruh pengikut syiah akan masuk sorga”.[1]    


Pada suatu hari sekelompok dari pengikut syiah datang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=193&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Book Antiqua';"><a href="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2007/11/14-5.jpg" title="14-5.jpg"><img src="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2007/11/14-5.thumbnail.jpg" alt="14-5.jpg" /></a> </span></p>
<p><span style="font-family:'Book Antiqua';">Imam Shadiq as sudah sekian tahun yang lalu memberitahukan tentang kelahiran Sayyidah Maksumah, dan bersabda: “Akan meninggal dan dikuburkan seorang perempuan dari salah satu anak keturunanku yang namanya adalah Fathimah putri Musa (alkazim as), seorang perempuan yang dengan syafaatnya pada hari qiamat, seluruh pengikut syiah akan masuk sorga”.<a name="_ftnref1" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftn1" title="_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:'Book Antiqua';">[1]</span></span></span></span></a><span>   </span></span><span style="font-family:'Book Antiqua';"> </span></p>
<p><span style="font-family:'Book Antiqua';"><span id="more-193"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></p>
<p><span style="font-family:'Book Antiqua';">Pada suatu hari sekelompok dari pengikut syiah datang ke kota Madinah untuk meminta<span>  </span>jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka kepada Imam Musa bin Jakfar<span>  </span>Alkazim as. Ketika mereka sampai ke pekarangan rumah suci beliau, mereka mendapat berita bahwa beliau sedang berada dalam perjalanan.<span>  </span>Melihat bahwa mereka harus kembali secepatnya dan dengan terpaksa mereka harus meninggalkan tempat itu, maka mereka menulis seluruh pertanyaan dan menyerahkan pertanyaan-pertanyaan itu kepada anggota keluarga beliau dan di lain kesempatan mereka akan kembali mengambil pertanyaan-pertanyaan tersebut. Beberapa saat mereka menetap di kota tersebut dan untuk mengucapkan kata selamat tinggal, mereka kembali ke rumah Imam Alkazim as. Dan pada waktu itu, surat yang penuh dengan pertanyaan itu dikembalikan lagi kepada mereka. Dan mereka melihat Sayyidah Maksumah yang kala itu adalah anak perempuan yang masih sangat kecil (jika dibandingkan sekarang ini mungkin umur beliau berkisar antara enam tahunan) telah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut yang telah tertulis dan disiapkan. Mereka sangat senang dan mengambil surat tersebut. Ketika mereka beranjak pulang, dipertengahan jalan mereka bertemu dengan Imam Alkazim as dan menceritakan kejadian yang mereka alami. Beliau meminta surat tersebut dari mereka, kemudian membaca dan mentelahnya dan jawaban Sayyidah Maksumah dibenarkan oleh Imam as. Kemudian beliau berisyarat sambil <span> </span>memuji dan menjunjung tinggi Sayyidah Maksumah dan sebanyak tiga kali bersabda: “Ayahmu berkorban untukmu”.<a name="_ftnref2" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftn2" title="_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:'Book Antiqua';">[2]</span></span></span></span></a></span><span style="font-family:'Book Antiqua';"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></p>
<p><span style="font-family:'Book Antiqua';">Sa’ad Asy’ari berkata: “Di kota Khurasan saya hadir di hadapan Imam Ali ArRidha as, ia bersabda kepadaku: “Hai Sa’ad, di dekat kamu ada sebuah kuburan dari keluarga kami” Aku katakan kepadanya: “Jiwaku aku korbankan untuk mu, apakah yang anda maksud adalah makam Sayyidah Maksumah putri<span>  </span>Musa bin Jakfar as? Beliau menjawab: “Ya, seorang yang berziarah ke makam<span>  </span>sayyidah Maksumah dalam keadaan mengetahui kedudukan dan maqam beliau, adalah sorga baginya.” Kemudian Beliau meneruskan sabdanya: “Ketika engkau pergi ke kuburannya, maka berdirilah di sebelah kanan kepalanya sambil menghadap kiblat dan bacalah ziarah ini, … yaitu teks do’a ziarah yang sudah dikenal yang biasa dibaca setiap kali kita hendak berziarah ke makam suci tersebut.</span><span style="font-family:'Book Antiqua';"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></p>
<p><span style="font-family:'Book Antiqua';">Imam Ali ArRidha as bersabda: “Siapa saja yang tidak dapat menziarahiku, maka ziarahilah saudaraku di kota Rey atau saudariku di kota Qom, yang mana keduanya memiliki pahala sama dengan menziarahiku.”</span><span style="font-family:'Book Antiqua';"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></p>
<p><span style="font-family:'Book Antiqua';">Imam Jawad as bersabda: “Siapa saja yang menziarahi Bibiku sayyidah Fathimah Maksumah sa di kota Qom baginya adalah sorga”.</span><span style="font-family:'Book Antiqua';"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></p>
<p><span style="font-family:'Book Antiqua';">Pemimpin tertinggi Republik Islam<span>  </span>Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khomenei berkata: “Kota suci<span>  </span>Sayyidah Maksumah adalah merupakan kubbah islam dan poros yang sangat besar bagi hauzah ilmiah.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Book Antiqua';">Dalam kesempatan lain beliau juga menegaskan bahwa: “Kita harus benar-benar banyak memanfaatkan keberadaan Sayyidah Maksumah, beliau adalah putri dari seorang Imam secara langsung, putri seorang Imam, saudari seorang Imam, bibi untuk seorang Imam dan beliau benar-benar sangat memiliki kebesaran. Dalam teks ziarah beliau kita membaca: </span></p>
<p align="right"><span dir="rtl"> </span><span style="font-size:14pt;" dir="rtl"><font face="Times New Roman">يا فاطمة اشفعي لي في الجنة، فان لك عند الله شأن من الشأن</font></span><span dir="ltr"></span><em><span style="font-family:'Book Antiqua';"><span dir="ltr"></span></span></em></p>
<p><em><span style="font-family:'Book Antiqua';"><em><span style="font-family:'Book Antiqua';">“Wahai Fathimah, syafaatilah aku untuk dapat masuk ke sorga, karena engkau memiliki kedudukan di sisi Allah swt.”</span></em></span></em></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></p>
<p><span style="font-family:'Book Antiqua';">Oleh karena itu, kita harus menjaga warisan ini, terutama untuk penduduk kota Qom, seluruh kaum muslimin dan pengikut Ahlul bait khususnya penduduk kota Qom, terlebih-lebih bagi para pelajar agama dan para ulamanya harus benar-benar merasa<span>  </span>kaya dengan menziarahi makam beliau, dan meminta bantuan dengan keberadaan beliau. </span><span style="font-family:'Book Antiqua';"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></p>
<p><span style="font-family:'Book Antiqua';">Suatu ketika Imam Ali ArRidha as menulis surat untuk Sayyidah Maksumah sa, dan kemudian surat itu diberikan kepada salah satu pembantunya untuk diserahkan sesegera mungkin untuk Sayyidah Maksumah sa. Pembantu itu dengan segera melaksanakan apa yang telah diperintahkan, ia bergegas menuju kota Madinah dan tanpa banyak berhenti, ia menyerahkan surat itu kepada Sayyidah Maksumah dengan waktu yang amat singkat.<span>  </span>Beliau setelah membaca isi surat tersebut, langsung berkemas-kemas dan bersiap-siap untuk melakukan perjalanan menuju kota Khurasan. <a name="_ftnref3" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftn3" title="_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:'Book Antiqua';">[3]</span></span></span></span></a></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Book Antiqua';">Sebuah Rombongan yang terdiri dari dua puluh tiga orang yang di dalamnya terdapat Sayyidah Maksumah dan dipimpim oleh Harun bin Musa bin Jakfar akhirnya terbentuk. Sayyidah Maksumah sa bergerak dengan mengikuti rombongan dan berhenti dari satu tempat ke tempat yang lain, hingga sampai pada sebuah daerah sekitar kota Saweh. Di sanalah rombongan ini dihadang dan diserang oleh para musuh keluarga nubuwah ini, dan terjadilah bentrok yang menyebabkan syahidnya Harun sebagai kepala rombongan, dan beberapa orang terluka, sehingga secara otomatis mengakibatkan rombongan itu kocar-kacir dan melalui seorang wanita makanan yang dihidangkan untuk Sayyidah Maksumah itu dituangi racun. Dengan begitu perempuan terhormat itupun keracunan. Beliau meminta untuk dibawa ke kota Qom dan berkata: “Qom adalah kota tempat para syiah kami.” Akhirnya beliau dibawa ke kota tersebut dan setelah tujuh belas hari dirawat, di kota itu beliau menghembuskan nafas sucinya yang terakhir. <a name="_ftnref4" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftn4" title="_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:'Book Antiqua';">[4]</span></span></span></span></a> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></p>
<p><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-family:'Book Antiqua';"></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Book Antiqua';">Salah satu riwayat yang di nukil oleh beliau adalah: “Dari Fatimah Maksumah putri Imam Musa bin Jakfar, dan Beliau dari Fatimah putri Imam Shadiq, dan Beliau dari<span>  </span>Fatimah putri Imam Baqir, dan Beliau dari Fatimah putri Imam Sajjad, dan Beliau dari Fatimah putri Imam Husain, dan Beliau dari Zainab putri Imam Ali, dan Beliau dari Fatimah putri Rasulallah saww meriwayatkan bahwa Rasulallah saww bersabda :” Ketahuilah barang siapa yang mati dalam kecintaan terhadap keluarga <span> </span>Muhammad saww<span>  </span>dia mati dalam keadaan syahid.”</span></p>
<p></span><br />
<hr SIZE="1" width="33%" align="left" />
<p style="margin:0;" class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref1" title="_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[1]</span></span></span></span></a><font size="2" face="Times New Roman"> Biharul Anwar, jilid 60, hal 288</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref2" title="_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[2]</span></span></span></span></a><font size="2" face="Times New Roman"> Kasyful Laali, karya Shaleh bin Arandis Hilli</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn3" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref3" title="_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[3]</span></span></span></span></a><font size="2" face="Times New Roman"> Biharul Anwar, jilid 102, hal 266</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn4" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref4" title="_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[4]</span></span></span></span></a><font size="2" face="Times New Roman"> Zubdatu Tasanif, jilid 6, hal. 59</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keluargaabi.wordpress.com/193/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keluargaabi.wordpress.com/193/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargaabi.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargaabi.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargaabi.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargaabi.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargaabi.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargaabi.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargaabi.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargaabi.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargaabi.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargaabi.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=193&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/11/25/mengenal-sayyidah-fatimah-maksumah-sa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98221c8ff5cc26fd87f23d0a290a3b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">keluargaabi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2007/11/14-5.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">14-5.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kita Diciptakan Seperti Alquran Bukan Seperti Makhluq Lainnya.</title>
		<link>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/10/22/kita-diciptakan-seperti-alquran-bukan-seperti-makhluq-lainnya/</link>
		<comments>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/10/22/kita-diciptakan-seperti-alquran-bukan-seperti-makhluq-lainnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Oct 2007 11:20:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keluargaabi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargaabi.wordpress.com/2007/10/22/kita-diciptakan-seperti-alquran-bukan-seperti-makhluq-lainnya/</guid>
		<description><![CDATA[Sayyidah Fatimah az-Zahra as bersabda:
من اصعد الى الله خالص عبادته اهبط الله اليه افضل مصلحته
“Barang siapa yang datang kepada Allah dengan sepenuh penghambaan, Allah akan menurunkan sebaik-baiknya kemaslahatan padanya”
 

Kita dengan menunggangi amal saleh yang kita lakukan setiap hari, maka kita akan sampai kepada Allah SWT, walau jalan untuk sampai kepadaNya masih membutuhkan petunjuk dan pertolonganNya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=191&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Verdana;"><a href="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2007/10/quran3.gif" title="quran3.gif"><img src="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2007/10/quran3.thumbnail.gif" alt="quran3.gif" /></a>Sayyidah Fatimah az-Zahra as bersabda:</span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Verdana;"></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;" dir="rtl">من اصعد الى الله خالص عبادته اهبط الله اليه افضل مصلحته</span></font></p>
<p align="center" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><em><span style="font-family:Verdana;">“Barang siapa yang datang kepada Allah dengan sepenuh penghambaan, Allah akan menurunkan sebaik-baiknya kemaslahatan padany</span></em><em><span style="font-family:Verdana;">a”</span></em></p>
<p><em><span style="font-family:Verdana;"><span id="more-191"></span></span></em><em><span style="font-family:Verdana;"> </span></em></p>
<p style="direction:ltr;text-indent:0.5in;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Kita dengan menunggangi amal saleh yang kita lakukan setiap hari, maka kita akan sampai kepada Allah SWT, walau jalan untuk sampai kepadaNya masih membutuhkan petunjuk dan pertolonganNya, namun untuk tahap selanjutnya pasti akan Ia urus.</span></p>
<p style="direction:ltr;text-indent:0.5in;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Penjelasan sabda yang disampaikan oleh Sayyidah Fatimah as adalah sebagai berikut:<span>  </span>Di setiap perjalanan yang kita lakukan, kita membutuhkan perbekalan yang memang khusus kita istimewakan untuk perjalanan tersebut. Oleh karena itu perjalanan yang hendak kita lakukan melewati darat, laut atau udara, perbekalan yang kita siapkan untuk setiap perjalanannya sangatlah berbeda. Begitu pula jika kita ingin melakukan perjalanan untuk sampai kepada Allah SWT, yang<span>  </span>dalam istilah Mulla Sadra &#8220;perjalanan dari makhluk kepada yang maha haq&#8221;, kita membutuhkan perbekalan. <span>  </span></span></p>
<p style="direction:ltr;text-indent:0.5in;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Nah sekarang bekal apa kira-kira yang pantas untuk kita bawa dalam perjalanan ini? Bekal yang patut kita bawa adalah sebuah bekal kelembutan yang sangat, sehingga kalau bukan dengan itu, keadilan yang dipenuhi dengan kelembutan dan keindahannya pun tidak dapat kita jadikan bekal untuk sampai kepada Allah SWT, dengan kata lain keadilan pun tidak dapat menjadi tunggangan yang baik dalam menempuh perjalanan ini (perjalanan untuk sampai kepada Allah SWT). Karena keadilan adalah merupakan sebuah tangga seperti pesawat, yang hanya dapat menyampaikan manusia menuju penyembahan (kedekatan) kepada Allah SWT, tapi tidak memiliki seni mengangkat manusia adil untuk sampai kepadaNya. Karena seorang yang adil adalah seorang yang mengamalkan segala apa yang diperintah dan menjauhi segala apa yang dilarang, walaupun pada akhirnya Allah menjanjikan ia masuk surga. Adapun metode kita untuk sampai kepada Allah SWT, adalah seperti firman Allah SWT yang berbunyi:</span><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p align="center" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><span dir="ltr"></span><em><span style="font-family:Verdana;"><span dir="ltr"></span></span></em></p>
<p><em><span style="font-family:Verdana;">“ Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Tuhan yang berkuasa”.</span></em><span style="font-family:Verdana;"> (QS, al-Qamar, 54-55)</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:14pt;" dir="rtl"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Keadilan hanya dapat dijadikan sebagai alat untuk itu, namun untuk sampai kepada Allah bukan dengan keadilan, karena firman Allah SWT yang berbunyi</span><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"><span dir="rtl"></span><font face="Times New Roman">:</font></span><span style="font-family:Verdana;"></span><em><span style="font-family:Verdana;"> </span></em></p>
<p align="center" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><em><span style="font-family:Verdana;"></span></em></p>
<p><em><span style="font-family:Verdana;">“Berlaku adillah kalian, karena keadilan itu lebih dekat dengan ketakwaan”.</span></em><span style="font-family:Verdana;">(QS, al-Maidah,8)</span><em><span style="font-family:Verdana;"> </span></em></p>
<p style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">karena keadilan adalah jalan bukan tujuan, keadilan adalah alat bukan wasilah penyembahan. </span></p>
<p style="direction:ltr;text-indent:0.5in;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Dari firman Allah diatas maka dapat disimpulkan bahwa keadilan adalah sebuah tangga yang <span> </span>menyampaikan kita kepada ketaqwaan. Nah waktu itulah, ketika kita sampai pada ketaqwaan, yang mana taqwa adalah sebaik-baiknya bekal. </span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Firman Allah:</span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Verdana;"></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;" dir="rtl">تزودا فان خير الزاد التقوا</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;" dir="rtl"></span><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;"></span></font><em><span style="font-family:Verdana;">“Berbekallah kalian, karena sebaik-baiknya bekal adalah taqwa”</span></em><span style="font-family:Verdana;">(Surah Albaqarah 197)</span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Oleh karena itu sebaik-baiknya bekal untuk sampai kepada Allah adalah takwa. Inilah isi kandungan kalam dan sabda dari Sayyidah Fathimah Zahra as yang dengan amal saleh, kita dapat sampai dan merasakan kehadirat Allah SWT. Ia yang akan memenuhi segala kebutuhan dunia dan akherat. <span>  </span><span> </span><span> </span><span>    </span><span> </span><span> </span></span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Allah SWT menciptakan kita sebagaimana Ia menciptakan makhluk<span>  </span>lainnya, hanya saja penciptaan kita seperti Alquran, tidak seperti makhluk lainnya, karena seluruh makhluk (selain manusia) diciptakan dan diturunkan kebumi ini dengan cara dijatuhkan, seperti hujan, besi dan lain-lainnya, kemudian diletakkan di dalam perut bumi. Adapun<span>  </span>Alquran tidak dijatuhkan ke bumi akan tetapi digantungkan ke bumi, Allah berfirman:<span>    </span></span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Verdana;"><span>ا</span></span><span style="font-size:14pt;"><font face="Times New Roman">نا</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:14pt;"><font face="Times New Roman">انزلناه</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:14pt;"><font face="Times New Roman">في</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:14pt;"><font face="Times New Roman">ليلة</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;"> </span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;">القدر</span></font></p>
<p><em><span style="font-family:Verdana;">Sesungguhnya kami turunkan alquran pada malam yang disebut dengan lailatul qadr </span></em><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>(Surah Alqadr 1).</span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Alquran adalah merupakan sebuah tali Allah yang kuat dan tambangNya yang kokoh, yang tak akan pernah putus, yang pangkalnya ada di tangan Tuhan dan ujungnya ada di tangan kita, manusia. Nah jiwa dan ruh kita pun sama seperti alquran, yaitu ruh yang berada di badan kita, sifatnya bergantung, firman Allah:</span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Verdana;"></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;" dir="rtl">و نفخت فيه من روحي</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;" dir="rtl"></span><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;"></span></font><em><span style="font-family:Verdana;">“Dan aku tiupkan ke dalam tubuhnya, sebagian dari ruhku”</span></em><span style="font-family:Verdana;"> (Surah Alhijr 29. Surah shad 72)</span><span style="font-family:Verdana;"><span>  </span></span></p>
<p style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Ini ruh, yang berada di dalam tubuh kita, telah disandarkan dan dinisbatkan Allah padaNya, oleh karena itu, ruh kita sifatnya peniupan dan bergantung, persis seperti alquran yang senantiasa kekal dan abadi; dan dengan ruh ini, kita selalu, bahkan senatiasa terus mengadakan kontak hubungan dengan Allah SWT. Dengan demikian, seandainya kita mengetahui kadar dan hakikat makna dan arti ruh penciptaan kita yang sebenarnya, maka saat itulah kita akan sadar bahwa dengan siapakah sebenarnya kita mengadakan hubungan&#8230;..????!!!!!</span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Mengenai hal ini pun, Allah SWT dalam ayat lain berfirman:</span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;" dir="rtl">وطهر بيتي</span><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;"></span></font><em><span style="font-family:Verdana;">“Maka sucikanlah rumahku” </span></em><span style="font-family:Verdana;">(Surah Alhajj 26)</span></p>
<p style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Allah SWT menisbatkan dan menghiasi Ka’bah dengan huruf “Ya” yang seakan menekankan bahwa ini rumah adalah rumahku, demikian pula hubungannya dengan ruh yang berada pada jasad kita ini, karena Allah SWT juga menisbatkan dan menghiasinya sama dengan “Ya” <em>mutakalim,</em> yang posisinya sama dengan rumahku tadi. Dengan demikian tidak semestinya ruh yang ada pada jasad kita ini, kita cemari dan hiasi dengan warna dan corak apapun, selainNya, karena seindah-indahnya hiasan untuk ruh kita adalah hubungan kita dengan Allah SWT. Dan hubungan ini sifatnya sangat berbeda dengan seluruh makhluk, dimana pada setiap malam, Allah SWT menarik dan mengambil ruh ini dan dibawa ke sisiNya, kemudian mengembalikannya untuk kesekian kalinya ke badan kita. Dan inilah yang disebut dengan kata bergantung dan berhubungan. </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Firman Allah SWT:</span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:14pt;" dir="rtl"><font face="Times New Roman">هو الذي يتوفاكم باليل و يعلم ما جرحتم بالنهار</font></span></p>
<p><em><span style="font-family:Verdana;">“Dialah yang mematikan kalian pada malam hari dan mengetahui apa yang kalian perbuat pada siang hari”</span></em><span style="font-family:Verdana;"> (Surah Al-An’am 60)</span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="direction:ltr;text-indent:0.5in;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Oleh karena itu, jangan sekali-kali kita anggap diri kita asing dari Tuhan, karena Tuhan<span>  </span>telah menerima kita untuk menjadi hambaNya dan kita telah menerimaNya sebagai Tuhan. Ia selalu ada dalam<span>  </span>diri kita dan kita ada dalam pandangannya. Hubungan kita dengan Allah tidak akan pernah putus dan akan tetap selalu ada. Sabda nabi saw dalam kitab Nahjul Fasohah:</span></p>
<p align="right"><span style="font-family:Verdana;"></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;" dir="rtl">قلب مؤمن بين اسبعين من اسابع الرحمن</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;" dir="rtl"></span><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;"></span></font><em><span style="font-family:Verdana;">“Hati dan jiwa seorang mukmin berada </span></em><em><span style="font-family:Verdana;">diantara jemari Tuhan”</span></em><em><span style="font-family:Verdana;"> </span></em></p>
<p style="direction:ltr;text-indent:0.5in;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Ketika berada diantara jemari Tuhan, dan bukan berada ditangan Tuhan, yang hal itu adalah salah satu esensi penciptaan(*karena biasanya menciptakan dan membuat sesuatu itu selalu dinisbatkan pada tangan bukan pada jari jemari.) Dan karena hati dan jiwa kita adalah merupakan sebuah tempat yang lembut, yang hanya dapat disentuh dengan jari, maka Allah pun memperlakukannya dengan jari-jemari rahmatNya, dan hal yang demikian ini akan tetap selalu ada. Oleh karena itu jika kita berusaha dekat dan taat kepadaNya dengan melewati jalan yang lurus dengan baik, walaupun dalam perjalanan menuju Allah kita kehilangan kunci, <span>  </span></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;" dir="rtl">عنده مفاتيح الغيب</span><span dir="ltr"></span></font><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;"><span dir="ltr"></span><span>  </span></span><span style="font-family:Verdana;">itu lebih baik, karena yang penting adalah kita tidak kehilangan pintu, yang seandainya tanpa kunci pun kita duduk didepannya, pada akhirnya pintu itu akan terbuka juga. </span></p>
<p style="direction:ltr;text-indent:0.5in;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Dengan demikian tugas terpenting yang harus kita lakukan dalam mengemban dan menjalankan amal sholeh adalah: Di setiap tempat dan dimanapun kita berada, hendaknya kita kaji dan pelajari kembali secara teliti dan </span><span style="font-family:Verdana;">cermat</span><span style="font-family:Verdana;">, bahwa pada setiap sudut dari apa yang ada di alam ini, terdapat rahasia dan hikmah Allah SWT.</span></p>
<p style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Imam Shodiq as bersabda:</span></p>
<p style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"><span>        </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span></span>“<em>Jika<span>  </span>ada seorang yang hadir dihadapanmu, dan kamu ada dihadapannya, pertama yang kamu lakukan adalah melihatnya, setelah itu mengenalnya, baru kemudian kamu memperhatikan dan mengamati sifat-sifatnya, karena sebelum mengenal sifat-sifatnya, yang kamu kenal adalah sesuatu yang hadir dihadapanmu(sesuatu yang tampak/dzahir). Adapun jika ia absent(ghaib) , pertama yang engkau kenal dan ketahui adalah sifat-sifatnya, kemudian dengan jalan tersebut, engkau dapat mengetahui siapa<span>  </span>pemilik sifat-sifat itu, karena kita dapat mengetahui dan mengenal sesuatu yang absent, setelah mengetahui terlebih dahulu sifat-sifatnya.</em>”</span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Kemudian untuk memperjelas hadits diatas Imam meneruskan sabdanya dengan mengambil sebuah contoh yang ada dalam Alquran, dengan suatu peristiwa yang terjadi pada saudara-saudara nabi Yusuf, Allah SWT berfirman: <span> </span></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;" dir="rtl">انك لانت يوسف</span><span dir="ltr"></span></font><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;"><span dir="ltr"></span><span>  </span></span><span style="font-family:Verdana;">setelah mengalami kepedihan dan kepahitan, dengan apa yang terjadi, baru mereka sadar dan mengetahui siapa sebenarnya tuan yang memberikan makanan kepada mereka, dan dengan terperanjat mereka mengatakan: “Apakah anda adalah yusuf yang kami kenal itu” yaitu mereka mengenal dan mengetahui <strong>Yusuf</strong> dari kata <strong>“anta”</strong> dengan kata lain dari kata <span>  </span><strong>“anta”</strong><span>  </span>kemudian mereka mengenal dan mengetahui siapa itu Yusuf. Bukan sebaliknya. Yaitu dari <strong>Yusuf </strong>kemudian ke <strong>“anta”</strong>. </span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="direction:ltr;text-indent:0.5in;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Demikian pula kita sebagai hambaNya, kita pun akan merasakan kelezatan dan kenikmatan ibadah, jika kita juga melakukannya dengan metode yang demikian ini. <span> </span></span></p>
<p style="direction:ltr;text-indent:0.5in;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Jalan ini terbuka untuk semua kalangan dan golongan, karena setiap malam kita adalah merupakan tamu-tamu Allah SWT, oleh karena itu jika hari-hari yang kita miliki ini dapat kita kendalikan, maka pada malamnya kita akan mengalami mimpi yang indah. Dan jika suatu hari kita menjadi seorang yang memiliki kedudukan dan tanggung jawab, jalan orang lain tidak kita tutup dan tidak pula kita tersesat, kehilangan jalan.[] </span><span style="font-family:Verdana;"><span> </span><span> </span><span> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">(Disadur dari ceramah Ayatullah Jawadi Amoli yang beliau sampaikan dalam acara peringatan hari kelahiran sayyidah Fathimah Azzahra, yang dimuat pada koran ufuq-e hauzeh. Dan artikel ini pernah juga dimuat dalam site islamalternatif.com)</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keluargaabi.wordpress.com/191/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keluargaabi.wordpress.com/191/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargaabi.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargaabi.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargaabi.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargaabi.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargaabi.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargaabi.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargaabi.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargaabi.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargaabi.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargaabi.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=191&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/10/22/kita-diciptakan-seperti-alquran-bukan-seperti-makhluq-lainnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98221c8ff5cc26fd87f23d0a290a3b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">keluargaabi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2007/10/quran3.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">quran3.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Idul Fitri Mubarak</title>
		<link>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/10/14/idul-fitri-mubarak/</link>
		<comments>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/10/14/idul-fitri-mubarak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Oct 2007 07:29:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keluargaabi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Salam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargaabi.wordpress.com/2007/10/14/idul-fitri-mubarak/</guid>
		<description><![CDATA[
Telah hilang rasa dahaga. Telah tiada syahdu saat berbuka. Telah dibagi kado cinta. Kini hannya tinggal pahala. Hari ini telah terbit fajar hari raya. Selamat berbahagia! Mohon maaf bila ada dosa.
Kami atas nama  blog keluargaabi mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga kita semua benar-benar meraih kemenangan yang hakiki. Amin 
 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=188&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><a href="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2007/10/logo_l1.jpg" title="logo_l1.jpg"><img src="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2007/10/logo_l1.thumbnail.jpg" alt="logo_l1.jpg" /></a></p>
<p align="center">Telah hilang rasa dahaga. Telah tiada syahdu saat berbuka. Telah dibagi kado cinta. Kini hannya tinggal pahala. Hari ini telah terbit fajar hari raya. Selamat berbahagia! Mohon maaf bila ada dosa.</p>
<p align="center">Kami atas nama  blog <strong>keluargaabi </strong>mengucapkan : <strong>Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin.</strong> Semoga kita semua benar-benar meraih kemenangan yang hakiki. Amin </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keluargaabi.wordpress.com/188/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keluargaabi.wordpress.com/188/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargaabi.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargaabi.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargaabi.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargaabi.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargaabi.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargaabi.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargaabi.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargaabi.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargaabi.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargaabi.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=188&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/10/14/idul-fitri-mubarak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98221c8ff5cc26fd87f23d0a290a3b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">keluargaabi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2007/10/logo_l1.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo_l1.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Pesankan Saya, Tempat di Neraka!!&#8221;</title>
		<link>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/10/09/pesankan-saya-tempat-di-neraka/</link>
		<comments>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/10/09/pesankan-saya-tempat-di-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 08:43:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keluargaabi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargaabi.wordpress.com/2007/10/09/pesankan-saya-tempat-di-neraka/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan. Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya&#8230;. Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat&#8230; Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk&#8230; Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah&#8230;
______________________


Ditulis oleh:  raihan ja&#8217;far raihan80@yahoo.com.sg

Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al Manar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=187&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan. Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya&#8230;. Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat&#8230; Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk&#8230; Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah&#8230;</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">______________________</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span id="more-187"></span></span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span>Ditulis oleh: <span style="font-size:10pt;font-family:'Courier New';"><em><span> </span>raihan ja&#8217;far <a href="mailto:raihan80@yahoo.com.sg">raihan80@yahoo.com.sg</a></em></span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Courier New';"></span></span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al Manar mengisahkannya&#8230;Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi. Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus. Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat. Karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang &#8216;perhatian&#8217; kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial. Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang. &#8220;Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!! Sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah. Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan dipenghujung tujuan. Di terminal akhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia berada didekat pintu keluar. &#8220;Bangunkan saja!&#8221; begitu kira-kira permintaan para penumpang. Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk disampingnya. </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan. Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya&#8230;. Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat&#8230; Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk&#8230; Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah&#8230; Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya. Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA semakin dekat. Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar&#8230;mumpung kesempatan itu masih ada. </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">#######</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ya mumpung pada kali ini kita masih diberi kesempatan untuk berada di penghujung bulan suci Ramadhan, mari kita manfaatkan untuk lebih mensucikan diri kita dengan bertobat, kembali kepada yang kuasa, mengaku dan mengadu, dan bersimpuh memohon ampun, dan berdoa agar Ia memberikan taufikNya kepada kita untuk tidak kembali berbuat sesuatu yang tidak disenangiNya, Rasulullah bersabda: jika kita tidak diampuni pada bulan ini(bulan suci Ramadhan) maka pada bulan mana lagi kita mengharap ampunannya.(Keluargaabi)</span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keluargaabi.wordpress.com/187/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keluargaabi.wordpress.com/187/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargaabi.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargaabi.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargaabi.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargaabi.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargaabi.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargaabi.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargaabi.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargaabi.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargaabi.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargaabi.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=187&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/10/09/pesankan-saya-tempat-di-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98221c8ff5cc26fd87f23d0a290a3b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">keluargaabi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syahid Al-Mihrab Ali bin Abi Thalib as</title>
		<link>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/10/04/syahid-al-mihrab-ali-bin-abi-thalib-as/</link>
		<comments>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/10/04/syahid-al-mihrab-ali-bin-abi-thalib-as/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 07:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keluargaabi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargaabi.wordpress.com/2007/10/04/syahid-al-mihrab-ali-bin-abi-thalib-as/</guid>
		<description><![CDATA[Pada waktu subuh, hari ke 19 bulan suci Ramadhan, setelah azan subuh dikumandangkan Imam Ali memasuki masjid dan suara beliau yang indah terdengar membangunkan orang-orang yang tertidut di dalamnya. “Ayuhan naas, assholah”, wahai manusia, waktu sholat telah tiba bangkitlah!

________________

Pada tahun ke empat puluh, sekelompok dari kaum Khawarij berkumpul di kota Makkah dan menagisi orang-orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=185&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;"><a href="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2007/10/infallible292.jpg" title="infallible292.jpg"><img src="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2007/10/infallible292.thumbnail.jpg" alt="infallible292.jpg" /></a>Pada waktu subuh, hari ke 19 bulan suci Ramadhan, setelah azan subuh dikumandangkan Imam Ali memasuki masjid dan suara beliau yang indah terdengar membangunkan orang-orang yang tertidut di dalamnya. “Ayuhan naas, assholah”, wahai manusia, waktu sholat telah tiba bangkitlah!</span></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;"><span id="more-185"></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">________________</span></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Pada tahun ke empat puluh, sekelompok dari kaum Khawarij berkumpul di kota Makkah dan menagisi orang-orang yang terbunuh pada peperangan Nahrawan. Tiga orang dari mereka satu sama lainnya saling mengikat janji untuk membunuh Amirul mukmini Ali as, Amru bin Ash dan Muawiah, pada satu malam yang sama. </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Ibnu Muljam mendapat tugas untuk membunuh Ali as dan telah memasuki kota Kuffah. Dengan dibantu oleh seorang perempuan bernama Qutham bunti Akhdor, dan Ibnu Muljam dijanjikan akan menikah dengannya, juga dibantu oleh Syabib bin Bajrah dan Wardan bin Mujalah, rencana itupun disususn dan dilakukan.</span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Pada </span><span style="font-family:Verdana;">tanggal 13 bulan Ramadhan tahun 40 H, Imam Ali as setelah menyekesaikan peperangan Nahrawan, telah mendapat berita akan kesyahidannya<a name="_ftnref1" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftn1" title="_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">[1]</span></span></span></span></a>. Pada hari itu beliau berdiri di atas mimbar, menyampaikan ajaran-ajaran islam dan setelah menjelaskan kebenaran-kebenaran akan hakekat islam, beliau bersabda kepada anak sulungnya Imam Hasan as: hingga saat ini berapa hari dari bulan Ramadhan telah lewat? Imam hasan berkata: telah lewat 13 hari, kemudian beliau bertanya kepada Imam Husain: kemudian berapa hari tersisa? Imam Husain berkata: Tersisa tinggal 17 hari. Ketika itu Amirul Mukminin mengusap hiasannya yang mulia (jenggotnya) dan bersabda: sudah dekat waktunya rambutku ini tersimbahkan dengan darah</span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Pada malam ke 16 bulan Ramadhan tahun 40 H, Imam Ali as bermimpi bertemu dengan Rasulullah saww, dan beliau memberi kabar gembira kepada Amirul Mukminin<span>  </span>akan kedekatan waktunya untuk bertemu dengan beliau di surga. Kemudian beliau memberitahu kepada putrinya Ummu Kulsum. <a name="_ftnref2" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftn2" title="_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">[2]</span></span></span></span></a> Dan pada malam ke 19 ia akan berbuka puasa di rumahnya.<a name="_ftnref3" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftn3" title="_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">[3]</span></span></span></span></a> </span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Pada malam 19 bulan Ramadhan tahun 40 H, dua orang bernama Wardan dan Syabib, keduanya bersama Ibnu Muljam ikut andil dalam mensyahadahkan Amirul Mukminin as, dan keduanya mati terbunuh dalam pertengkaran.<a name="_ftnref4" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftn4" title="_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">[4]</span></span></span></span></a></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Pada waktu subuh, hari ke 19 bulan suci Ramadhan, setelah azan subuh dikumandangkan Imam Ali memasuki masjid dan suara beliau yang indah terdengar membangunkan orang-orang yang tertidut di dalamnya. “Ayuhan naas, assholah”, wahai manusia, waktu sholat telah tiba bangkitlah!</span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Kemudian beliau memulai sholatnya. Ketika pada rakat pertama beliau mengangkat kepala dari sujudnya Syabib melancarkan serangannya kepada Ali as, namun pedangnya terpeleset dan salah keluar dari sasaran, secara sontak Ibnu Muljam (semoga laknat Allah tercurah padanya) melancarkan serangannya dan pedangnya membelah bagian tengah kepala mulia Ali as dan jenggot mulia beliau bersimbahkan darah yang keluar dari kepala yang terbelah oleh pedang, dan suara sucinya terdengar keras: “Bismillah wa billah wa ala millati Rasulillah, fuztu wa rabbil Ka’bah”. <span> </span>Dengan nama Allah, dan demi Allah, dan atas agama dan ajaran Rasulullah, aku telah jaya (menang, bebas) dan demi Tuhan Ka’bah.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">Inna lillah wainna ilahi rajiuun</span></p>
<hr SIZE="1" width="33%" align="left" /><a name="_ftn1" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref1" title="_ftn1"></a><a name="_ftn1" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref1" title="_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[1]</span></span></span></span></a><span>Alwaqaai’u wal hawadis jilid 1, hal. 139, Mustadrak safinatul bihar, jilid 5, Hal. 213</span></p>
<p><span></span><a name="_ftn2" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref2" title="_ftn2"></a><a name="_ftn2" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref2" title="_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[2]</span></span></span></span></a><span>Irsyad: jilid 2, hal. 15, Alwaqaai’u wal hawadis, jilid 1, hal. 190</span></p>
<p><span></span><a name="_ftn3" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref3" title="_ftn3"></a><a name="_ftn3" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref3" title="_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[3]</span></span></span></span></a><span>Alwaqaai’u wal hawadis, jilid 1, hal. 242</span></p>
<p><span></span><a name="_ftn4" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref4" title="_ftn4"></a><a name="_ftn4" href="http://keluargaabi.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref4" title="_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';">[4]</span></span></span></span></a><span>Nafaihul allaam, hal. 41</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keluargaabi.wordpress.com/185/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keluargaabi.wordpress.com/185/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargaabi.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargaabi.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargaabi.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargaabi.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargaabi.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargaabi.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargaabi.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargaabi.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargaabi.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargaabi.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=185&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/10/04/syahid-al-mihrab-ali-bin-abi-thalib-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98221c8ff5cc26fd87f23d0a290a3b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">keluargaabi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2007/10/infallible292.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">infallible292.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saya Suka Zina…Ya Rasulullah…!!?</title>
		<link>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/09/21/saya-suka-zina%e2%80%a6ya-rasulullah%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/09/21/saya-suka-zina%e2%80%a6ya-rasulullah%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Sep 2007 02:22:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keluargaabi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargaabi.wordpress.com/2007/09/21/saya-suka-zina%e2%80%a6ya-rasulullah%e2%80%a6/</guid>
		<description><![CDATA[Kemudian Rasulullah menanyakan sesuatu kepadanya: Wahai anak muda! Apakah engkau memiliki saudara perempuan? Ia menjawab: Iya, Apakah engkau memiliki seorang ibu, Rasulullah bertanya kembali, Ia menjawab: iya,
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; 

Suatu hari ada seorang pemuda datang menemui Rasulullah (yang ketika itu para sahabat beliau sedang berada disekitarnya), tiba-tiba pemuda itu berkata dengan suara lantang: Ya Rasulullah ! Aku suka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=184&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Kemudian Rasulullah menanyakan sesuatu kepadanya: Wahai anak muda! Apakah engkau memiliki saudara perempuan? Ia menjawab: Iya, Apakah engkau memiliki seorang ibu, Rasulullah bertanya kembali, Ia menjawab: iya,</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;"><span id="more-184"></span></span></strong><span style="font-family:Verdana;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Suatu hari ada seorang pemuda dat</span><span style="font-family:Verdana;">ang menemui Rasulullah (yang ketika itu para sahabat beliau sedang berada disekitarnya), tiba-tiba pemuda itu berkata dengan suara lantang: Ya Rasulullah ! Aku suka zina&#8230; belum sempat ia meneruskan kalimatnya, tiba-tiba sebagian para sahabat serentak berdiri ingin memberikan pelajaran berharga pada pemuda itu, namun Rasulullah mencegahnya dan mengatakan sesuatu pada pemuda itu, sambil memenggilnya beliau bersabda: “Wahai anak muda kemarilah dan ceritakan apa yang engkau alami, kemudian pemuda itupun berkata: “Ya Rasulullah ! Aku adalah seorang yang senang sekali melakukan perbuatan zina, sehari atau dua hari aku menaiki tembok tetangga sebelahku dan akupun berbuat zina dengan perempuan yang ada di rumah tersebut&#8230; </span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Kemudian Rasulullah menanyakan sesuatu kepadanya: Wahai anak muda! Apakah engkau memiliki saudara perempuan? Ia menjawab: Iya, Apakah engkau memiliki seorang ibu, Rasulullah bertanya kembali, Ia menjawab: iya, Rasulullah melanjutkan pertanyaan beliau: Apa dan bagaimana perasaan kamu jika saudara perempuanmu atau ibumu diperlakukan orang lain sebagaimana engkau melakukannya pada tetanggamu, apakah engkau mengizinkannya? Pemuda itu menjawab: Tentu tidak ya Rasulullah, aku akan menghajar siapa saja yang berani melakukan hal itu terhadap mereka? Lalu Rasulullah meneruskan sabdanya: Kalau begitu, mengapa engkau melakukan sesuatu yang jika hal itu terjadi pada keluargamu, kamu tidak mengizinkannya, akan tetapi engkau memperbolehkannya untuk dirimu sendiri? Kemudian si pemuda itu meminta jalan keluar untuk menyelesaikan masalah yang ia hadapi. </span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Kemudian Rasulullah mendoakannya sambil tangan beliau mengusap ke bagian dada pemuda tersebut, beliau bersabda: “Ya Allah hilangkanlah dan <span> </span>cabutlah dari akarnya keinginan pemuda ini untuk melakukan zina dan jadikanlah kecintaan di dalam hatinya untuk berbuat baik. </span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Kemudian pemuda tadi merasakan sesuatu yang lain dalam dirinya dan berkata: Ya Rasulullah pertama kali aku masuk dan menemuimu perbuatan zina adalah sesuatu yang paling aku senangi dan sekarang aku keluar dari majlismu dalam keadaan perbuatan zina adalah sesuatu yang paling aku benci. Kemudian pemuda itupun keluar dari majlis tersebut. Pada saat itu Rasulullah berpaling kepada para sahabat beliau dan bersabda: “Jika kalian tadi memukulinya apa yang akan terjadi, pemuda itu akan tetap melakukan perbuatannya yang keji itu dan akan membenci agama yang kalian anut.(Makna hadis) <span> </span><span> </span></span><span style="font-family:Verdana;"> </span><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keluargaabi.wordpress.com/184/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keluargaabi.wordpress.com/184/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargaabi.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargaabi.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargaabi.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargaabi.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargaabi.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargaabi.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargaabi.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargaabi.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargaabi.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargaabi.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=184&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/09/21/saya-suka-zina%e2%80%a6ya-rasulullah%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98221c8ff5cc26fd87f23d0a290a3b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">keluargaabi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ahlul Bayt Dalam Al-Quran</title>
		<link>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/09/19/ahlul-bayt-dalam-al-quran/</link>
		<comments>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/09/19/ahlul-bayt-dalam-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Sep 2007 01:53:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keluargaabi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keluargaabi.wordpress.com/2007/09/19/ahlul-bayt-dalam-al-quran/</guid>
		<description><![CDATA[Sesuai hadis Tsaqalain, Al-Quran dan Ahlu bait merupakan dua hal yang tidak terpisahkan, keduanya adalah pusaka nabi saw yang diwariskan kepada para umatnya, pusaka yang sanggup menjaga umat akhir zaman dari berbagai bahaya yang datang menghadang, baik bahaya ideology, budaya, atau yang lain yang dilancarkan musuh-musuh pengikut agama yang benar.
 
Dari riwayat Tsaqalin dapat dipahami bahwa  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=181&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2007/09/crystalquran11.jpg" title="crystalquran11.jpg"><img src="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2007/09/crystalquran11.thumbnail.jpg" alt="crystalquran11.jpg" /></a>Sesuai hadis Tsaqalain, Al-Quran dan Ahlu bait merupakan dua hal yang tidak terpisahkan, keduanya adalah pusaka nabi saw yang diwariskan kepada para umatnya, pusaka yang sanggup menjaga umat akhir zaman dari berbagai bahaya yang datang menghadang, baik bahaya ideology, budaya, atau yang lain yang dilancarkan musuh-musuh pengikut agama yang benar.</p>
<p> <font face="Times New Roman"><span id="more-181"></span></font></p>
<p>Dari riwayat Tsaqalin dapat dipahami bahwa  keduanya Al-Quran dan Al-Itrah memberikan andil yang sama dalam memberikan petunjuk kepada manusia, keduanya lentera dan lampu yang menerangi jalan manusia guna menggapai tujuan penciptaannya, menuju dan mendekat kepada sang kekasih sejati.</p>
<p>Al-Quran adalah Imam yang shamit, diam dan tak bicara, sedang Imam adalah Quran yang natiq dan berbicara. Atas dasar ini, sangat aneh jika satu dengan yang lain tidak memperekanalkan rekan dan teman sejatinya.</p>
<p>Para imam adalah mufasir sejati Al-quran mereka telah mensosialisasikan dan menjelaskan kandungan dan isi al-Quran, sebagaimana sebaliknya kitab suci ini juga memuat banyak ayat yang menjelaskan tentang Imamah? apa keutamaan mereka? Apakah pelantikan dan pemilihan mereka hak seluruh manusia?, dan berbagai soal lain yang bertalian dengan hal tersebut.</p>
<p>Dalam kesempatan ini kita akan membahas ayat-ayat yang menjelaskan tentang para imam. Pada kali ini kita hanya akan membawakan beberapa ayat yang khusus menjelaskan kepemimpinan bagi umat manusia, sedang penjelasnnya akan kita terangkan pada kesempatan yang akan datang. Insya Allah.</p>
<p><strong>Ayat Tablig</strong></p>
<p><span>يا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ ما أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَ إِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَما بَلَّغْتَ رِسالَتَهُ وَ اللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكافِرِينَ</span><span dir="ltr"></span>Artinya:&#8221;wahai Rasul sampaikanlah apa yang yang telah diturunkan oleh tuhanmu, dan jika kamu tidak melakukannya, maka kamu tidak menyampaikan risalahNya,(apa yang engkau sampaikan sebelumnya sia-sia belaka), dan Allah akan menjagamu dari (ulah) manusia sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk orang-orang kafir&#8221;. (Surat Maidah, ayat 67).<span dir="rtl"></span></p>
<p><strong>Ayat Ikmaludin</strong></p>
<p><span>الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلا تَخْشَوْهُمْ وَ اخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَ أَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَ رَضِيتُ لَكُمُ الإِْسْلامَ دِيناً</span><span dir="ltr"></span>Artinya:&#8221;Hari ini orang-orang kafir berputus asa dari agama mereka, oleh karena itu janganlah kalian takut kepada mereka, dan takutlah kalian kepadaKu, hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian dan Aku rampungkan nikmatKu atas kalian&#8221;. (Surat Maidah, ayat 3). <span dir="rtl"></span></p>
<p><strong>Ayat Wilayah</strong></p>
<p><span>إِنَّما وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَ رَسُولُهُ وَ الَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَ يُؤْتُونَ الزَّكاةَ وَ هُمْ راكِعُونَ </span><span dir="ltr"></span>Artinya: “ Sesungguhnya wali kalian adalah Allah, RasulNya dan mereka yang beriman yang mendirikan shalat dan memberikan zakat dalam keadaan ruku”. (Surat Maidah, ayat 55).<span dir="rtl"></span></p>
<p><strong>Ayat Ulil Amr</strong></p>
<p><span>يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَ أَطِيعُوا الرَّسُولَ وَ أُولِي الأَْمْرِ مِنْكُمْ </span><span dir="ltr"></span>Artinya:“Wahai orang-orang yang beriman taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kepada Rasul  dan Ulil amr dari kalian”. (Surat Nisa’, ayat 59). <span dir="rtl"></span></p>
<p><strong>Ayat Shadiqin</strong></p>
<p><span>يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَ كُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ</span><span dir="ltr"></span>Artinya:“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan bersamalah dengan orang-orang yang jujur”. (Surat Taubah, ayat 119).<span dir="rtl"></span></p>
<h2></h2>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/keluargaabi.wordpress.com/181/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/keluargaabi.wordpress.com/181/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keluargaabi.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keluargaabi.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keluargaabi.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keluargaabi.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keluargaabi.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keluargaabi.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keluargaabi.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keluargaabi.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keluargaabi.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keluargaabi.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keluargaabi.wordpress.com&blog=1207931&post=181&subd=keluargaabi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keluargaabi.wordpress.com/2007/09/19/ahlul-bayt-dalam-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98221c8ff5cc26fd87f23d0a290a3b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">keluargaabi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keluargaabi.files.wordpress.com/2007/09/crystalquran11.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">crystalquran11.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>