Bagaimana Imam Khomeini menghormati Istrinya?

44.jpg Putranya Sayyid Ahmad Khomeini mengatakan, “Aku berkata kepadanya: “Ayah waktunya makan, aku bilang siapkan makanan?” Imam melihat jamnya seraya menjawab, “tidak, sekarang belum waktunya”. Aku berbincang-bincang sebentar dengan Imam kemudian pergi sampai di pintu. Beliau memanggilku dan aku mendatanginya. Beliau berkata, “kamu bilang siapkan makan siang? Iya siapkan, sekarang sudah waktunya!”. Mungkin selisihnya tidak sampai satu menit, tetapi Imam begitu teratur sehingga bagi keluarganya juga mengherankan, dan bisa diambil kesimpulan bahwa Imam Khomeini begitu teratur dalam semua urusan hidupnya. 

 Bagaimana Imam Khomeini menghormati Istrinya?

     Bagaimana Imam Khomeini menghormati Istrinya?

Agenda kehidupan Imam Khomeini benar-benar teratur, itu berlaku juga dalam masalah waktu makan.

    

      Putranya Sayyid Ahmad Khomeini mengatakan, “Aku berkata kepadanya: “Ayah waktunya makan, aku bilang siapkan makanan?” Imam melihat jamnya seraya menjawab, “tidak, sekarang belum waktunya”. Aku berbincang-bincang sebentar dengan Imam kemudian pergi sampai di pintu. Beliau memanggilku dan aku mendatanginya. Beliau berkata, “kamu bilang siapkan makan siang? Iya siapkan, sekarang sudah waktunya!”. Mungkin selisihnya tidak sampai satu menit, tetapi Imam begitu teratur sehingga bagi keluarganya juga mengherankan, dan bisa diambil kesimpulan bahwa Imam Khomeini begitu teratur dalam semua urusan hidupnya. 

    

      Aku ingat bahwa suatu hari Istri Imam Khomeini pergi ziarah ke kuburan Sayyid Abdul Azhim, keturunan Imam Hasan as. Pada saat itu aku sebagai sopirnya. Waktu pulang dari ziarah kira-kira mendekati zuhur. Istri Imam Khomeini berkata, “Secepatnya kita pulang, karena aku tidak bilang kepada Imam untuk makan, Imam bakal menunggu sampai aku selesai ziarah. Secepatnya kita pulang supaya Imam tidak telat makan”. Pada waktu itu jalan macet. Sampai di rumah Imam kira-kira dua puluh lima menit dan waktu makan siang sudah lewat setengah jam.

      Istri Imam Khomeini berkata, “sepertinya Imam sudah makan siang”. Namun Imam belum makan siang. Aku melihat Imam sedang menyiapkan alas untuk makan, itu pun ketika salah satu anggota rumah melihat bahwa istri Imam  datang. Istri Imam  berkata kepada Imam, “Kami baru tiba apakah engkau sudah makan?”. Dengan lembut dan penuh penghormatan Imam menjawab, “Engkau tidak mengatakan kalau tidak akan pulang secepatnya, kalau tidak kami pasti sudah makan, kami menunggumu”. Imam yang berkata kepada Sayyid Ahmad “sekarang belum waktunya makan siang” meskipun hanya satu menit, beliau tidak makan walaupun sampai setengah jam, karena menunggu kedatangan istrinya.

Muhammad Hashemi (Penjaga rumah Imam Khomeini).[infosyiah]

  

Satu Balasan ke Bagaimana Imam Khomeini menghormati Istrinya?

  1. Quito Riantori mengatakan:

    Luar biasa! Rahimahullahu alaihim.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: