Forum Ulama antar-Mazhab Kecam Fatwa Penghancuran Situs-situs Suci Irak

gallery2_12.jpgForum Dunia untuk Pendekatan Mazhab-mazhab Islam (The World Forum for Proximity of Islamic Schools of Thought—WFPIST), sebuah forum yang menghimpun ulama Syiah-Suni seluruh dunia, Ahad (21/07/07), mengecam fatwa yang dinisbatkan kepada mufti-mufti ekstrimis tertentu yang mengancam pengrusakan situs-situs suci Muslim Syiah di Irak.

 

Pernyataan WFPIST, salinannya dimuat oleh kantor berita IRNA, menyatakan, “Fatwa seperti itu adalah keputusan-keputusan maniak yang dikeluarkan oleh individu-individu tertentu yang terlihat bijak tetapi gila tanpa menimbang lebih jauh konsekuensi serius yang akan timbul akibat fatwa itu.”

Pernyataan itu mengatakan bahwa fatwa semacam itu tidak mengakomodasi kepentingan umat Muslim pada saat mereka, khususnya bangsa Irak, justru membutuhkan kohesi dan persatuan yang lebih kuat. Ia juga menambahkan bahwa keputusan seperti itu tidak akan bermanfaat kecuali bagi para penjajah Irak dan menyediakan bagi mereka dalih untuk melanggengkan kehadiran ilegal mereka di negeri Islam itu.

Pernyataan itu juga memperingatkan bahwa penghinaan terhadap tempat-tempat suci di Irak—sebagaimana yang terjadi pada Haram suci Imam Askari di Samara—hanya akan menyalakan api peperangan dan pertumpahan darah di Irak, yang dikhawatirkan menyebar ke bagian-bagian lain dunia Islam.

Seraya mengecam fatwa keji semacam itu, WFPIST menyerukan kepada para ulama Muslim, khususnya para alim sejati dan para mufti yang mempunyai komitmen, sebagaimana juga para negarawan di Arab Saudi dan Kuwait, untuk bertindak berdasarkan atas tugas agama dan hukum mereka, untuk mengecam perilaku-perilaku seperti itu sebelum suasana panas menjadi terlanjur terpicu dan menyebar ke seluruh dunia Islam.

Mufti Besar Arab Saudi dan beberapa mufti Wahabi terkemuka dilaporkan telah mengeluarkan fatwa yang menghalalkan penghancuran situs-situs suci Muslim Syiah, seperti makam Imam Husain dan saudaranya, Abul Fadhal Abbas, di Karbala, Irak, dan makam saudara perempuan mereka, Sayyidah Zainab as di Damaskus, Suriah, suratkabar Iran berbahasa Inggris, Iran Daily, melaporkan di halaman muka edisi Ahad (21/07/07).

Dalam keputusan yang pertama kali dirilis sebelum serangan kedua terhadap makam-makam di Samara, para Wahabi diminta untuk menghancurkan semua symbol ‘kemusyrikan’ di kota-kota Irak, sebuah rujukan implisit kepada situs-situs suci Syiah. “Makam (Imam) Husain di Karbala, sebagai salah satu symbol utama Syiah, harus dihancurkan,” fatwa itu memutuskan.

Mengikuti fatwa itu, sejumlah mahasiswa Mohammad bin Saud University membentuk semacam komite-komite sukarelawan dengan tujuan merekrut anggota-anggota dari negara-negara tetangga sekitar Teluk Persia untuk menghancurkan situs-situs suci tersebut di masa yang akan datang.

Fatwa tersebut telah melahirkan ekspresi protes dan kecaman dari seluruh dunia Islam, khususnya para ulama Muslim.

Ayatollah Luthfullah Shafi Golpayegani, salah seorang marja’ taklid di kota suci Qum, Iran, juga mengecam fatwa itu sebagai telah memprovokasi tindakan terorisme dan mempromosikan versi Islam yang tidak autentik. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan kantornya, Golpayegani menyerukan kepada umat Muslim, para alim terkemuka, para akademisi dan ilmuwan, dan para negarawan negara-negara Muslim, agar mewaspadai pandangan-pandangan “gelap mata” yang selama ini telah ikut membantu makar-makar anti-Islam. Pandangan-pandangan itu telah menciptakan citra Islam dan Muslim yang amat negatif di mata umat-umat lain, dengan mengancam dan mengintimidasi manusia-manusia tidak berdosa, padahal Islam adalah agama perdamaian, persaudaraan, dan rahmat bagi seluruh makhluk Tuhan.

Sementara itu, Ayatollah Nuri Hamadani, marja’ lainnya di kota suci Qum, menyesalkan ulama Wahabi yang telah mengeluarkan fatwa itu karena akan mencederai persatuan umat Islam, dan yang lebih disayangkan lagi mereka mengeluarkan keputusan itu atas nama Islam. Ayatollah Hamadani juga meminta pemerintah Arab Saudi untuk mendorong para mufti Wahabi agar mencabut fatwa tersebut.[irm]Sumber: IRNA, Iqna

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: