Nasrullah: Hizbullah Semakin Siap Hadapi Ancaman Rezim Zionis

hezbollah.jpgSekjen Hizbullah Lebanon menyebut kemenangan tahun lalu dalam perang akibat agresi rezim zionis terhadap Lebanon, sebagai kemenangan milik rakyat negara ini dan negara-negara muslim di kawasan. Selasa malam, dalam pidato yang disampaikan melalui video-konferensi di depan puluhan ribu rakyat Lebanon di Beirut, Sayid Hasan Nasrullah mengatakan, salah satu buah kemenangan ini ialah kegagalan rancangan AS – Israel, yang disebut sebagai rancangan Timur Tengah Raya.

 

Nasrullah menambahkan, AS dan Israel, setelah kegagalan rancangan Timur Tengah Raya, kini dengan berbagai taktik, termasuk menciptakan krisis di negara-negara kawasan ini, tengah berusaha menindaklanjuti rancangan tersebut.

Sekjen Hizbullah mengatakan, dengan pertolongan Ilahi dan dukungan rakyat, Hizbullah telah membuktikan bahwa ia mampu melawan rezim zionis dan menang. Seraya memuji dan berterimakasih kepada seluruh rakyat Lebanon tertutama rakyat di bagian selatan negara ini, karena keteguhan mereka menghadapi serangan membabi buta rezim zionis, Sayid Hasan Nasrullah mengatakan, “Dengan dukungan rakyatnya, Hizbullah tetap siap mempertahankan kepentingan-kepentingan rakyat Lebanon menghadapi segala macam agresi rezim zionis.”

Sekjen Hizbullah juga menjelaskan berbagai peristiwa Lebanon setelah perang tahun lalu, dan mengkritik pemerintah Siniora yang mengekor kepada politik-politik AS. Beliau berkata, satu-satunya jalan penyelamatan Lebanon dalam kondisi saat ini ialah pembentukan pemerintahan persatuan nasional dengan partisipasi seluruh kelompok politik.

Sayid Hasan Nasrullah berkata, “Sebagaimana di musim panas tahun lalu, para arogan dunia berusaha menumpas Hizbullah dan persatuan Lebanon, kini mereka juga terus berusaha mempertahankan krisis di negara ini dengan menciptakan perpecahan.

Pada tanggal 12 Juli 2006, dengan alasan membebaskan dua tentaranya dari tawanan Hizbullah, pasukan militer rezim zionis melancarkan serangan dari udara, darat dan laut ke berbagai kawasan berpenduduk dan instalasi-instalasi infrastruktur Lebanon. Akan tetapi setalah 33 hari perang tak seimbang, mereka terpaksa menerima gencatan senjata dan mundur.

DK PBB, pada tanggal 12 Agustus tahun lalu, mengeluarkan resolusi, meminta dihentikannya perang oleh Israel dan penempatan pasukan penjaga perdamaian PBB bernama UNIFIL, di Lebanon Selatan.(IRIB) 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: