Mengenal Sayyidah Fatimah Maksumah sa

14-5.jpg 

Imam Shadiq as sudah sekian tahun yang lalu memberitahukan tentang kelahiran Sayyidah Maksumah, dan bersabda: “Akan meninggal dan dikuburkan seorang perempuan dari salah satu anak keturunanku yang namanya adalah Fathimah putri Musa (alkazim as), seorang perempuan yang dengan syafaatnya pada hari qiamat, seluruh pengikut syiah akan masuk sorga”.[1]    

Pada suatu hari sekelompok dari pengikut syiah datang ke kota Madinah untuk meminta  jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka kepada Imam Musa bin Jakfar  Alkazim as. Ketika mereka sampai ke pekarangan rumah suci beliau, mereka mendapat berita bahwa beliau sedang berada dalam perjalanan.  Melihat bahwa mereka harus kembali secepatnya dan dengan terpaksa mereka harus meninggalkan tempat itu, maka mereka menulis seluruh pertanyaan dan menyerahkan pertanyaan-pertanyaan itu kepada anggota keluarga beliau dan di lain kesempatan mereka akan kembali mengambil pertanyaan-pertanyaan tersebut. Beberapa saat mereka menetap di kota tersebut dan untuk mengucapkan kata selamat tinggal, mereka kembali ke rumah Imam Alkazim as. Dan pada waktu itu, surat yang penuh dengan pertanyaan itu dikembalikan lagi kepada mereka. Dan mereka melihat Sayyidah Maksumah yang kala itu adalah anak perempuan yang masih sangat kecil (jika dibandingkan sekarang ini mungkin umur beliau berkisar antara enam tahunan) telah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut yang telah tertulis dan disiapkan. Mereka sangat senang dan mengambil surat tersebut. Ketika mereka beranjak pulang, dipertengahan jalan mereka bertemu dengan Imam Alkazim as dan menceritakan kejadian yang mereka alami. Beliau meminta surat tersebut dari mereka, kemudian membaca dan mentelahnya dan jawaban Sayyidah Maksumah dibenarkan oleh Imam as. Kemudian beliau berisyarat sambil  memuji dan menjunjung tinggi Sayyidah Maksumah dan sebanyak tiga kali bersabda: “Ayahmu berkorban untukmu”.[2] 

Sa’ad Asy’ari berkata: “Di kota Khurasan saya hadir di hadapan Imam Ali ArRidha as, ia bersabda kepadaku: “Hai Sa’ad, di dekat kamu ada sebuah kuburan dari keluarga kami” Aku katakan kepadanya: “Jiwaku aku korbankan untuk mu, apakah yang anda maksud adalah makam Sayyidah Maksumah putri  Musa bin Jakfar as? Beliau menjawab: “Ya, seorang yang berziarah ke makam  sayyidah Maksumah dalam keadaan mengetahui kedudukan dan maqam beliau, adalah sorga baginya.” Kemudian Beliau meneruskan sabdanya: “Ketika engkau pergi ke kuburannya, maka berdirilah di sebelah kanan kepalanya sambil menghadap kiblat dan bacalah ziarah ini, … yaitu teks do’a ziarah yang sudah dikenal yang biasa dibaca setiap kali kita hendak berziarah ke makam suci tersebut. 

Imam Ali ArRidha as bersabda: “Siapa saja yang tidak dapat menziarahiku, maka ziarahilah saudaraku di kota Rey atau saudariku di kota Qom, yang mana keduanya memiliki pahala sama dengan menziarahiku.” 

Imam Jawad as bersabda: “Siapa saja yang menziarahi Bibiku sayyidah Fathimah Maksumah sa di kota Qom baginya adalah sorga”. 

Pemimpin tertinggi Republik Islam  Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khomenei berkata: “Kota suci  Sayyidah Maksumah adalah merupakan kubbah islam dan poros yang sangat besar bagi hauzah ilmiah.

Dalam kesempatan lain beliau juga menegaskan bahwa: “Kita harus benar-benar banyak memanfaatkan keberadaan Sayyidah Maksumah, beliau adalah putri dari seorang Imam secara langsung, putri seorang Imam, saudari seorang Imam, bibi untuk seorang Imam dan beliau benar-benar sangat memiliki kebesaran. Dalam teks ziarah beliau kita membaca:

 يا فاطمة اشفعي لي في الجنة، فان لك عند الله شأن من الشأن

“Wahai Fathimah, syafaatilah aku untuk dapat masuk ke sorga, karena engkau memiliki kedudukan di sisi Allah swt.”

Oleh karena itu, kita harus menjaga warisan ini, terutama untuk penduduk kota Qom, seluruh kaum muslimin dan pengikut Ahlul bait khususnya penduduk kota Qom, terlebih-lebih bagi para pelajar agama dan para ulamanya harus benar-benar merasa  kaya dengan menziarahi makam beliau, dan meminta bantuan dengan keberadaan beliau.  

Suatu ketika Imam Ali ArRidha as menulis surat untuk Sayyidah Maksumah sa, dan kemudian surat itu diberikan kepada salah satu pembantunya untuk diserahkan sesegera mungkin untuk Sayyidah Maksumah sa. Pembantu itu dengan segera melaksanakan apa yang telah diperintahkan, ia bergegas menuju kota Madinah dan tanpa banyak berhenti, ia menyerahkan surat itu kepada Sayyidah Maksumah dengan waktu yang amat singkat.  Beliau setelah membaca isi surat tersebut, langsung berkemas-kemas dan bersiap-siap untuk melakukan perjalanan menuju kota Khurasan. [3]

Sebuah Rombongan yang terdiri dari dua puluh tiga orang yang di dalamnya terdapat Sayyidah Maksumah dan dipimpim oleh Harun bin Musa bin Jakfar akhirnya terbentuk. Sayyidah Maksumah sa bergerak dengan mengikuti rombongan dan berhenti dari satu tempat ke tempat yang lain, hingga sampai pada sebuah daerah sekitar kota Saweh. Di sanalah rombongan ini dihadang dan diserang oleh para musuh keluarga nubuwah ini, dan terjadilah bentrok yang menyebabkan syahidnya Harun sebagai kepala rombongan, dan beberapa orang terluka, sehingga secara otomatis mengakibatkan rombongan itu kocar-kacir dan melalui seorang wanita makanan yang dihidangkan untuk Sayyidah Maksumah itu dituangi racun. Dengan begitu perempuan terhormat itupun keracunan. Beliau meminta untuk dibawa ke kota Qom dan berkata: “Qom adalah kota tempat para syiah kami.” Akhirnya beliau dibawa ke kota tersebut dan setelah tujuh belas hari dirawat, di kota itu beliau menghembuskan nafas sucinya yang terakhir. [4]

Salah satu riwayat yang di nukil oleh beliau adalah: “Dari Fatimah Maksumah putri Imam Musa bin Jakfar, dan Beliau dari Fatimah putri Imam Shadiq, dan Beliau dari  Fatimah putri Imam Baqir, dan Beliau dari Fatimah putri Imam Sajjad, dan Beliau dari Fatimah putri Imam Husain, dan Beliau dari Zainab putri Imam Ali, dan Beliau dari Fatimah putri Rasulallah saww meriwayatkan bahwa Rasulallah saww bersabda :” Ketahuilah barang siapa yang mati dalam kecintaan terhadap keluarga  Muhammad saww  dia mati dalam keadaan syahid.”



[1] Biharul Anwar, jilid 60, hal 288

[2] Kasyful Laali, karya Shaleh bin Arandis Hilli

[3] Biharul Anwar, jilid 102, hal 266

[4] Zubdatu Tasanif, jilid 6, hal. 59

Satu Balasan ke Mengenal Sayyidah Fatimah Maksumah sa

  1. islam feminis mengatakan:

    Salam sejahtera atasmu wahai Sayidah fathimah Maksumah…!
    Bimbinglah kami…!
    Tuntunlah kami…!
    Syafatilah kami…!
    Jadikan kami pejuang-pejuang di jalanmu!
    Amiin

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: